Senin, 15 April 2013

Keluhku

Terlelapku pada sebuah dekap
Tak sadar itu hanya sekejap
Teriak yang jadi terisak
Menghisap kita dan membuat pemikiran ini berasap

Seperti memegang bom waktu di tangan
Bersamamu semestinya cukup dalam angan
Bagaimana tidak?
Semaunya kamu itu semuanya menyakitiku

Ini keluhku

Kuakui, kamu itu memang memukau
dan mampu memaku aku
Apa karna itu kelakuanmu begitu memuakkan?

Pintarnya kamu yang membodohiku
atau bodohnya aku yang memintarkanmu?
Entahlah
Bahkan saking jengkelnya aku ingin kamu enyah
Jahat memang

Ini keluhku

Biar
Biarkan saja aku berkeluh pada sajak, pada tulisanku
Tapi kamu harus ingat sebesar apapun aku menuangkannya,
aku sudah menumpahkannya ke kamu, bukan?

Melenyapkanmu, Melengkapkanku

Sabtu, 06 April 2013

Puisi

Puisi....
Lonceng yang dengan mudahnya berbunyi....
Untuk hari-hari yang terasa sunyi....
Agar tetap berjalan layaknya aliran sungai....

Puisi....
Rajutan kata tempatku pulang saat tak ada lagi kita....
Perhatianmu yang olehnya mulai tersita....
Kenangan tentangmu yang masih bersisa....

Puisi....
Diam yang paling riuh untuk berkeluh....
Jeritan yang sangat ricuh, tapi semua tersembunyi....

Puisi....
Caraku menyapu sepi, menyepikan ramai....
Menyipukan semua....