Tak sadar itu hanya sekejap
Teriak yang jadi terisak
Menghisap kita dan membuat pemikiran ini berasap
Seperti memegang bom waktu di tangan
Bersamamu semestinya cukup dalam angan
Bagaimana tidak?
Semaunya kamu itu semuanya menyakitiku
Ini keluhku
Kuakui, kamu itu memang memukau
dan mampu memaku aku
Apa karna itu kelakuanmu begitu memuakkan?
Pintarnya kamu yang membodohiku
atau bodohnya aku yang memintarkanmu?
Entahlah
Bahkan saking jengkelnya aku ingin kamu enyah
Jahat memang
Ini keluhku
Biar
Biarkan saja aku berkeluh pada sajak, pada tulisanku
Tapi kamu harus ingat sebesar apapun aku menuangkannya,
aku sudah menumpahkannya ke kamu, bukan?
Melenyapkanmu, Melengkapkanku