Sabtu, 25 Juli 2015

Sedikit Aku Bercerita Tentang Kita

"Pada tiap sudut kota ada kita yang selalu memuat cerita"

Tak perlu sebuah dekap untuk senantiasa dekat
Tak perlu sebuah kecup untuk merasa cukup
Selama nada-nada percaya kita masih senadi, kita akan baik-baik saja

Kita begitu sederhana
Asal mendapat kabar bahwa masing-masing dari kita baik-baik saja
Itu sudah merupakan suatu bahagia

Bukan seberapa sering sebuah pertemuan itu, tapi bagaimana cara perayaannya

Tak dipungkiri, egoku pernah sangat lelah untuk terus meleleh
Tapi apa kamu ingat aku tak pernah gagal untuk mencegahmu dari gigil?

Kadang kita pernah merasa rindu itu tak pernah kalah dia hanya mengalih
Kadang ego yang terlalu banyak mengeluh
Tapi kadang kita merasa hal ini sia-sia
Terlalu banyak memupus asa

Ah, tapi siapa peduli?
Selama bagiku dan bagimu adanya kita masih sangat berarti

Terakhir dan yang paling penting dari keyakinan kita
Jarak terjauh dari kita adalah berdekatan tapi tak saling mendoakan

Senin, 06 Juli 2015

Dari Orang Yang Selalu Bahagia Saat Kamu Panggil "Payi"

"How's your day, Payi?" Kalimat yang selalu membuat Line-ku memunculkan notif sehari-harinya. Kalimat yang muncul karena kita lama tak berkomunikasi. Kalimat yang seharusnya membuatku sadar bahwa kamu itu sedang kangen. Kalimat yang aku sesalkan karna tak pernah memenuhi harapanmu untuk bertemu."

"Payi, aku dah mau bobok ya. Ngantuk banget ini." Ketika aku melihat jam di dinding kamarku yang masih menunjukkan pukul 9. Hal yang meyakinkanku bahwa kamu sedang bahagia. Sedang tidak ada beban pikiran. Terlihat dari make up terbaik yang sebenernya sudah kamu miliki tapi kamu kadang mengingkarinya yang selalu nampak. Ya yang aku maksud adalah senyummu.

"Payi, sebenernya lagi bingung mau ikutan main atau enggak, soalnya diajak temen. Tapi aku milih gak main karna kayaknya akhir-akhir ini kebanyakan main mulu. Kayak yang lagi gak bahagia aja, mending beberes kosan aja deh." Kalimat yang menunjukkan sisi dewasamu, sekaligus sisi kekanakanmu dalam satu waktu. Kedewasaan bisa dilihat dalam hal-hal sederhana bukan? Bahkan dalam sisi kekanakanmu, kamu juga bisa terlihat dewasa.

"Payi, mau cerita, tapi gamau cerita. Tapi gak bisa kalo gak cerita ke payi. hehehehe. Jadi tuh, aku sekarang ini lagi dideketin sama orang gitu. Bingung karna dia itu baik dan temen aku juga."
"Terus maunya gimana? Udah punya pilihan?"
"Yakan ada Payi. Ish. Gitu deh sukanya kayak gak jagain aku."
"Iya-iya dijagain kok." Mungkin balesan chatku hanya seperti itu sembari dalam hati berdoa agar keyakinanmu tak akan berubah. Karena aku pun seperti itu, seberapa banyak pilihan yang tersaji, keputusanku selalu kamu saja.