Saat adaku untukmu maupun adamu untukku tak menentramkan hati, maukah kamu untuk bertahan lagi?
Bukan kita tak pernah mencoba tuk bertahan, namun keputusan tetap pada melepaskan.
Pada kedekatan yang tetap menimbulkan keluh, kita seharusnya sudah menjauh.
Hati ini begitu rapuh, ia hanya berpura untuk tidak menggaduh. . .
Kita pernah memiliki rindu yang menggebu, saling percaya tak pernah meragu.
Rindu tampak seperti candu, rela untuk terus menunggu, dijadikan alasan sebagai landasan tumpu.
Rindu yang hanya terbelenggu karna pertemuan kita tak mengenal jarak maupun waktu.
Dua hal yang selalu ingin menyatu. . .
Mungkin karna beda ataupun kedekatan tanpa kenal jeda.
Sampai timbul sesak di dada.
Hingga pertengkaran yang ada tak kunjung reda. . .
"Ini derita yang tetap selalu kuingin buat cerita."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar