Dear kamu,
Entah saat ini apa yang sedang terjadi, bingung untuk terus
bertanya, hal ini seakan penuh misteri. Bukan salahmu ataupun salahku. Ini salah kita, yang abai
terhadapnya. Kita terlalu sering menganggap pada masalah yang seharusnya
diungkap. Tak hanya kamu,aku disini juga telah membenci jarak, bosan ku dengan
apa yang disebut rindu.
Kamu tau kan, aku tak pernah mau berkata ini baik lisan atau
tulisan? Bukan karena aku tak merasakan, aku takut jika hanya perkataan ini
akan menambah beban. Bagiku dan juga bagimu. Mungkin terlihat omong kosong,
tapi yakinlah disini aku masih berusahamu memelukmu dalam tiap doaku. Biarkan
Dia yang menjagamu. Dan waktu untuk mengizinkan agar kita bisa cepat bertemu.
Mungkin kamu melihat foto maupun videoku tertawa, tersenyum,
ia aku gembira, tapi tetap tak menenangkan saat bersamamu. Aku pernah bilang
kan, kalau duduk diam tak perlu menatap pun mendekap saat bersamamu itu lebih
menenangkan dibanding apapun, kamu ingat kan?
Tak perlu kamu bersedih hingga meneteskan air mata saat
membaca ini. Aku masih kuat, aku masih mampu untuk terus menimbun rindu,
mempertahankan ‘kita’. Kuharap nanti pertemuan bukanlah hanya sekadar kata.
Di Sudut Kamar, 10 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar