Padamu yang kini kupeluk dari jauh....
Entah berapa jenuh yang telah kamu bunuh....
Adaku untukmu selalu tetap utuh....
Segala cara kau lakukan agar hadirku selalu terengkuh,
Seolah....
Kamu yang begitu pandai untuk tetap menata hati....
Percaya bahwa pertemuan akan terjadi lagi....
Percaya bahwa aku juga merindumu setengah mati....
Percaya bahwa kita akan terus bersama,
Nanti....
Saat aku sudah mulai menyerah....
Kamu berkata bahwa kerinduan hanya sedang mengalih, bukan mengalah....
Kamu selalu membangkitkan asa....
Melalui doa perasaan ini senantiasa terjaga....
Percaya....
Kabar darimu selalu kutunggu....
Kabar bahwa kamu sedang bahagia maupun sendu....
Yang kadang menusuk sendi-sendi, yang kadang membuat aku tertawa geli....
Semua resah yang pernah merusuh....
Melalui kamu, aku dibuat luluh....
Senyummu mengisyaratkan bahwa aku bagimu itu seluruh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar